Showing posts with label Bermain Sabung Ayam. Show all posts
Showing posts with label Bermain Sabung Ayam. Show all posts

Saturday, October 22, 2016

Sabung Ayam Asal Bali di Kenal Sebagai Tajen Bali

Agen Sabung Ayam, Palugadabet - Di Bali sebelum hari raya Nyepi diselenggarakan upacara yang bernama Tabuh Rah, yang berarti taburan darah binatang yang dikorbankan dalam upacara keagamaan yang dikenal dengan Yadya.

Ayam Tajen Bali

Tajen merupakan sebuah tradisi yang berasal dari Bali, namun kita lebih mengenal nya dengan sebutan Sabung Ayam.
Tajen/Sabung Ayam yang yang biasa masyarakat Bali lakukan adalah salah satu upacara keagamaan umat Hindu.
Tajen/Sabung Ayam sudah lama berkembang di masyarakat Bali, namum sampai sekarang ini masih banyak kontroversi mengenai Tajen sendiri.
Beberapa orang berpendapat bahwa Tajen merupakan salah satu upacara keagamaan masyarakat Hindu, sedangkan sebagian orang lainnya berpendapat bahwa Tajen merupakan salah satu bentuk dari perjudian, di mana perjudian dianggap tidak sesuai dengan norma - norma keagamaan Hindu.
Menurut sejarahwan, Tajen sendiri merupakan bentuk sebuah proyeksi dari salah satu upacara yadya di bali yang bernama Tabuh Rah.
Dalam kegiatan Tabuh Rah dikenal dengan istilah matatabuhan yaitu, salah satu proses menaburkan lima warna zat cair.

Lima warna yang digunakan dalam proses Tabuh Rah mengandung simbol yang mewakilik masing - masing warna, warna tersebut yakni :

  1. Warna putih yang disimbolkan dengan tuak
  2. Warna kuning yang disimbolkan dengan arak
  3. Warna hitam yang disimbolkan dengan berem
  4. Warna merah yang disimbolkan dengan taburan darah binatang
  5. Sedangkan warna yang terakhir adalah mencampurkan keempat warna yang disebut dengan Brumbun
Upacara Tabuh Rah sendiri dilakukan dalam bentuk Sabung Ayam, dimana ayam yang diadu sampai meneteskan darah ke tanah.
Namun yang membedakan Tabuh Rah dengan Tajen adalah Tabuh Rah lebih bersifat keagamaan dimana yang dilangsungkan untuk upacara Hindu, sedangkan Tajen sendiri lebih bersifat praktik perjudian.
Tajen sendiri bisa di bilang permainan Sabung Ayam khas dari Bali, dimana masyarakat bali banyak yang menjadikan sebagai sarana adu nasib untuk mendapatkan keuntungan dari permainan tersebut.

SUMBER: PALUGADABET

Wednesday, October 19, 2016

Tips Hari Baik Untuk Bermain Adu Ayam atau Sabung Ayam

Agen Sabung Ayam, Palugadabet - Orang Jawa memang dikatakan tidak bisa meninggalkan kepercayaan mengenai Klenik dan juga hal - hal gaib serta mitos mitos dari Orang Jawa Kuno, sampai di kaitkan dengan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Tips Hari Baik Untuk Bermain Sabung Ayam

Adu Ayam telah ada pada zaman dahulu bahkan  pada saat era zaman kerjaan, terlebih lagi masyarakat Jawa Kuno masih menggunakan yang namanya Buku Primbon Jawa. Dalam Primbon Jawa banyak disebutkan mengenai Adu Ayam/Sabung Ayam terutama tentang hari baik untuk bertanding dan pantangan - pantangan dalam  Adu Ayam, bahkan di Primbon Jawa Kuno dibahas mengenai Mantra - Mantra untuk Adu Ayam.

Menurut sebagian orang Jawa, kepercayaan ini sudah ada sejak turun temurun dan masih di percayai oleh beberapa orang. Memang semua ini berhubungan langsung dengan hal - hal tentang mitos kegaiban Jawa Kuno dan masih mempercayai Klenik dan Petungan.

Dalam Primbon Jawa Kuno menjelaskan mengenai hari baik untuk Adu Ayam. Jumlah hari baik menurut Primbon Jawa yaitu 10, 12, 14 dan 17, dan jumlah hari buruk yaitu 7, 8, 9, 13, 15, 16 dan 18. Jumlah hari tersebut merupakan ramalan dari Primbon Jawa, dan sampai sekarang masih banyak orang yang menggunakan jumlah hari baik dari Buku Primbon Jawa untuk melakukan pertandingan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Berikut ini merupakan salah satu kutipan dari Primbon Jawa mengenai hari baik dan hari buruk serta juga tentang pantangan dalam Adu Ayam yang masih   dilakukan oleh masyarakat Jawa sendiri :
  1. Rabu Pon - Sangat beruntung membawa Ayam yang berwarna Wido ( Jalak )
  2. Rabu Legi - Ayam boleh di bawa pemiliknya kemanapun
  3. Rabu Kliwon - Ayam tidak boleh di bawa pemiliknya kemanapun
  4. Rabu Pahing - Ayam tidak boleh di bawa oleh pemiliknya ke arah selatan dan utara
  5. Rabu Wage - Ayam tidak boleh di bawa pemiliknya ke arah utara
  6. Jumat Legi - Ayam yang berwarna Wiring Galih memiliki keberuntungan yang lebih
  7. Jumat Kliwon - Membawa Ayam yang memiliki penampilan gagah
    untuk bertarung di wilayah sendiri
Hari baik dan hari buruk serta juga pantangan yang di kutip dari Buku Primbon Jawa, tidak menutup kemungkinan bahwa semua itu akan berhasil. Akan tetapi beberapa masyarakat Jawa masih menjadikan Buku Primbon sebagai panduan untuk melakukan pertandingan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Namun sebelum memulai pertandingan, alahkah baiknya kita mewaspadai orang yang berniat licik kepada kita, dengan melakukan trik curang bahkan memberikan biji - bijian yang sudah dilumuri racun untuk ayam aduan kita. Untuk menghindari semua itu, sebaiknya kita membawa seseorang yang dapat menjaga ayam kita sebelum pertandingan di mulai. Itulah sedikit ulasan mengenai Primbon Jawa Kuno untuk Pertandingan Sabung Ayam yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa. Sampai sekarang pun masih banyak masyarakat Jawa yang percaya dengan Buku Primbon, bahkan di luar Jawa pun banyak orang yang menggunakan Buku Primbon Jawa Kuno.